Penalaran Induktif

Posted by nabiyutiful | | Posted on 00.33

PENALARAN INDUKTIF

Suatu penelitian pada hakekatnya dimulai dari hasrat keingintahuan manusia, merupakan anugerah Allah SWT, yang dinyatakan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan maupun permasalahan-permasalahan yang memerlukan jawaban atau pemecahannya, sehingga akan diperoleh pengetahuan baru yang dianggap benar. Pengetahuan baru yang benar tersebut merupakan pengetahuan yang dapat diterima oleh akal sehat dan berdasarkan fakta empirik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pencarian pengetahuan yang benar harus berlangsung menurut prosedur atau kaedah hukum, yaitu berdasarkan logika. Sedangkan aplikasi dari logika dapat disebut dengan penalaran dan pengetahuan yang benar dapat disebut dengan pengetahuan ilmiah.

Pengertian Khusus.
Penalaran induktif adalah suatu proses berfikir berupa penarikan kesimpulan yang bersifat umum (berlaku untuk semua/ banyak) atas dasar pengetahuan tentang hal-hal khusus (fakta). Artinya dari fakta-fakta yang diperoleh kemudian ditarik sebuah kesimpulan. Penalaran induktif dapat dilakukan secara terbatas dengan mencoba-coba. Sehingga dapat dikatakan bahwa penalaran induktif adalah proses penarikan kesimpulan dari kasus-kasus khusus menjadi kesimpulan yang bersifat umum.


GENERALISASI

Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
contoh :

* Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
* Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.

Generalisasi: Semua bintang sinetron berparas cantik.

Pernyataan "semua bintang sinetron berparas cantik" hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.

Contoh kesalahannya:
Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.

a. Generalisasi tanpa loncatan induktif, yaitu fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan. Contoh: Semua anak TK Aisyah menyukai kartun spongebob.

b. Generalisasi dengan loncatan induktif, yaitu fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada. Contoh: hampir semua anak-anak pak Yudi menyukai seni.


analogi
Analogi adalah proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa khusus yang mirip satu sama lain, kemudian menyimpulkan bahwa apa yang berlaku untuk satu hal berlaku juga untuk hal lain. Analogi dapat dikatakan sebagai penalaran dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, kita dapat menarik kesimpulan. Tujuan dari analogi, antaralain:

• Untuk meramalkan kesamaan.

• Untuk menyingkapkan kekeliruan.

• Untuk menyusun sebuah klasifikasi.

Contoh:

Untuk menjadi seorang pemain bola, mereka harus memiliki latihan fisik yang keras dan melatih kelincahan mereka. Demikian dengan para polisi, mereka memerlukan fisik yang kuat untuk melindungi masyarakat. Keduanya membutuhkan mental yang tangguh untuk bertanding ataupun melawan musuh-musuh mereka di lapangan. Oleh karena itu, menjadi seorang pemain bola dan seorang polisi harus memiliki fisik dan mental yang kuat.


KAUSAL

Kausal adalah paragraph yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat. Tujuan kausal dapat dilihat dalam hubungan kausal dalam tiga pola, yaitu:

a. Sebab ke akibat, dari peristiwa yang dianggap sebagai sebab menuju kesimpulan sebagai efek.

b. Akibat ke sebab: dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat menuju sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat.

c. Akibat ke akibat: dari akibat ke akibat yang lain tanpa menyebut sebab umum yang menimbulkan kedua akibat.

Contoh:

Pada Minggu sore, hujan sangat lebat akibatnya jalanan di sekitar rumahku tergenang air.


SUMBER :
http://ssantoso.blogspot.com
http://herdy07.wordpress.com

Comments (0)

Posting Komentar